Cari Spikoe Resep Kuno di Bandara Juanda, Hubungi Mas Danny
Aku selalu mengira perjalanan dinas itu membosankan. Datang, kerja, pulang. Begitu saja. Tapi siapa sangka, dua hari singkat di Malang justru memberiku cerita kecil yang sampai sekarang masih kuingat—tentang keluarga, rasa bersalah yang manis, dan sepotong spikoe yang hampir gagal kubawa pulang.
Namaku Diana, 30 tahun, perempuan kantoran Jakarta yang hidupnya akrab dengan email, spreadsheet, dan jadwal padat. Minggu itu aku mendapat tugas audit ke kantor cabang di Malang. Berangkat pagi, pulang sore, nyaris tak ada waktu untuk menikmati kota. Dua hari terasa seperti kedipan mata. Begitu pekerjaan selesai, aku langsung bergegas menuju travel Cititrans yang akan membawaku ke Bandara Juanda.
Di kursi travel, aku akhirnya bisa bernapas lega. Audit selesai tanpa drama, laporan sudah aman, dan kepalaku mulai kosong. Sampai ponselku bergetar.
Pesan dari adikku.
“Mbak, jangan lupa oleh-oleh ya. Spikoe Resep Kuno Surabaya 😁”
Aku langsung menghela napas panjang. Dari semua oleh-oleh yang bisa diminta, kenapa harus spikoe? Kue legendaris yang terkenal itu. Aku tahu reputasinya: enak, klasik, dan… tidak mudah dicari sembarangan, apalagi dalam kondisi aku hanya numpang lewat Surabaya dan langsung ke bandara.
Ingin rasanya pura-pura tidak baca. Tapi sebagai kakak tertua, aku tahu itu mustahil. Adikku jarang minta apa-apa, sekalinya minta, masa aku menolak?
Dengan sisa tenaga dan sinyal di jalan tol, aku mulai browsing. “Spikoe Resep Kuno dekat Bandara Juanda.” Harapanku sederhana: semoga ada outlet kecil di sekitar bandara. Tapi hasil pencarian justru membuatku sedikit panik. Tidak ada outlet resmi di dekat bandara. Beberapa artikel bahkan bilang harus ke pusat kota Surabaya. Sementara aku? Sudah di tengah jalan dari Malang, naik travel, dan waktu boarding tinggal sekitar dua jam.
Aku menatap jam di ponsel. Otakku mulai menghitung skenario terburuk. Kalau gagal, aku harus siap dengan wajah bersalah saat sampai Jakarta.
Saat hampir menyerah, aku menemukan satu halaman website sederhana. Isinya tentang jasa pesan antar oleh-oleh khas Surabaya ke Bandara Juanda. Mataku langsung tertuju pada satu nama: Mas Danny. Ada nomor telepon tertera jelas, dengan keterangan bisa antar spikoe langsung ke bandara, hotel, bahkan stasiun. Jujur, aku ragu. Tapi di saat seperti ini, ragu atau tidak, aku tidak punya banyak pilihan.
Dengan sedikit deg-degan, aku menekan tombol panggil.
“Selamat sore, dengan Mas Danny,” suara di seberang terdengar ramah dan tenang.
Aku langsung menjelaskan kondisiku: sedang di perjalanan dari Malang, pesawat berangkat sekitar dua jam lagi, dan aku butuh Spikoe Resep Kuno untuk oleh-oleh. Kupikir dia akan bilang waktunya mepet.
Tapi jawabannya justru membuatku lega.
“Bisa, Mbak. Nanti kami antar langsung ke Bandara Juanda. Tinggal bilang terminal dan jamnya.”
Aku hampir tidak percaya. Prosesnya cepat, jelas, dan tidak ribet. Aku memilih varian spikoe yang diinginkan adikku, mengonfirmasi harga, lalu duduk kembali di kursi travel dengan perasaan jauh lebih ringan.
Sekitar satu setengah jam kemudian, setelah aku tiba di Bandara Juanda dan melewati check-in, aku menerima pesan. “Mbak Diana, saya sudah di bandara.” Kami bertemu di area yang disepakati. Spikoe itu dibungkus rapi, masih segar, dan persis seperti yang kubayangkan.
Saat itu aku tersenyum sendiri. Bukan cuma karena berhasil memenuhi permintaan adik, tapi karena merasa sangat tertolong. Perjalanan dinas yang singkat dan padat tidak lagi terasa menyebalkan.
Dalam pesawat menuju Jakarta, aku memotret spikoe itu dan mengirimkannya ke adikku. Balasannya cepat: “Makasih, Mbak! ❤️”
Dan di situlah aku tahu, jika suatu hari nanti kamu berada di situasi sepertiku—waktu sempit, transit di Surabaya, tapi tetap ingin membawa Spikoe Resep Kuno Surabaya—aku tanpa ragu akan merekomendasikan Mas Danny. Jasa pesan antar oleh-oleh yang benar-benar bisa diandalkan, terutama untuk pengantaran langsung ke Bandara Juanda.
.jpg)
Diskusi